Sunday, 22 February 2015

ROBONGAN KELUARGA KE PANTAI TIMUR

Rabu 18.2.2014-21.2. 2014

Kami pergi ke PANTAI TIMUR.
Wah bestnya jalan bersama adik beradik dan saudara semua.
Thaks for my brother to suffort them.














RAWAN

Pergilah rawan
Jangan menjengahku lagi
Datanglah
Senyuman senyuman
Bukan duka
Bukan Nista
Bukan dusta
Bukan kebencian

Datang kepadaku
Ceria gembira
Dari teman
Dari sahabat
Dalam kehidupanku

Ami ya Allah
Ku bersyukur kepadamu
Aku hambamu
Cuma insan kerdil
Yang tiada sempurna

LELA
2.11.2014
SEJENAK

Cuba kau fikirkan betapa
Ruginya kita jika kita tidak berbuat
sesuatu yang terbaik
Hari ini kau kata hijrah
Tapi esuknya ku lihat
Kau berbalik seperti
Yang dulu juga
Macamana mau mengubahnya
Cuma berkata
Tanpa kau merubahnya
Sampai bila
Itukan Hipokrit namanya
Atau Egois

2.2.2014

KOPINYA PAHIT


Bosan dengan caranya

Kopi pahit aromanya

Tanpa sesudu gula
Bosan ke anjungmu

Tanpa sambut tetamu

Pilih-pilih bulu

Hina menghina

Kecil tak ternilai di mata

Buatlah apa kau mau

Aku tak rugi apa

dan kau terusan riak membongkak

Carilah namamu

Gah Se Dunia

Aku tak rasa apa

Kerna aku memang

kecil dari dulu

Sekecil sampah

yang kau pijak

melata


ILLANOR
BIARLAH

Tundukkan mata ke bumi
Biar terima segala
Sangkaan dari sesiapa
Buruk atau baik
Asalkan nawaituku
Ikhlas hati
Biar
Biarlah
Segalanya ku terima
Dengan Redha

ILLANOR

Tuesday, 17 February 2015

KETIKA SELISIHAN

Lewat waktu berlalu
Kita bertemu secara
Berselisehan
Berpapasan
Cuma mataku
Kan menunduk
Sedangkan kamu
Mencuri pandang

Kamu itu selalu
Datang di daerah mimpi
Sedangkan kita
Tak pernah menyapa
Cuma senyum sesekali
Kerna ku tahu
Aku ini siapa
Dan kau adalah enggang
Yang tinggi terbangnya
Apalagi untuk ku gapai
Tanpa dayaku

ILLANOR

21.2.2014
PENJURU

Tika detik beringsut pergi
Aku masih bisu
Di  penjuru waktu
Bersama   senyuman
Yang kian pudar
Menghela nasib
Esuk lusa
Agar teruslah cerah
Agar senyuman ini
Bisa mewarnai
Duniaku
Dan
Waktuku

ILLANOR
BUAT DIA YANG INGIN KU JADIKAN TEMAN

Kaca yang tertusuk
sudah kucabut
namun parutnya tetap ada

Aku berlagu di dalam sendu
Tak ada siapa ambil tahu
Kini aku mula melangkah goyah
Mengutip perca perca  ria
Mengutip bunga bunga
Yang bertaburan
Mencuba lembaran baru
Menyimpan tanpa berani
meluahkan
Entah dia tahu
Atau tidak kisah
Siapa aku

Namaku pun dia tidak tahu

ILLANOR
MEI 2014
WAKTU TERSISAKU

Ku carik kain
Jaraskan tampalan
Selagi bolih ku pakai
Batik lusuh
Tetap tersalut di tubuhku
Ku tak mampu
Mendakap bintang
Cukup saja
Merenung bulan
Cahaya indah menyinar terang
Itu cukup buatku bahagia
Selagi ada hayatku
Diizin senafas bernafas
Tidak mungkin kulupai
Asal usulku
Fitrahku
Sujudku

Perlukah ku khabarkan
Dalam Puisiku ini
ILLANOR
HILANG

Ke mana perginya
notaku
Kemana perginya
penaku
Tanpa dakwat
Untuk ku coretkan
Bicara-bicara bosanku
Mungkin esok lusa
Ketukkan  ketukkan
Jejari bisa lagi
Mengejar mimpi
Sedangkan aku
lelah mencari
Realiti

ILLANOR
29.11.2014

TIRAI MALAM

Malam yang berlalu
Sedangkan mata tanpa lelap
tika malam kian pergi
aku tak bisa pejamkan mata
datang dan pergi
memori hati

Walau sejenak
Ku kuatkan hati
Tuk memadamkan
Tirai kenagan
Yang dah lama pergi

Umtuk apa
Ku layankan
Hanya robikkan hati
Yang pergi tak mungkin
Kembali lagi

ILLANOR
25 december 2014
BIARKAN

Biarkan embun bicara
Biarkan matahari terbakar
Biarkan salji mencair
Biarkan pelangi tetap di situ
Bisakah demikian
Mampukah bila
alam berbicara
Biarkan
Bulan bercahaya
Biarkan aku bertemu bintang
Yang mungkin gugur
Satu persatu
Atau aku hanya menjerit
Pada bukit yang tinggi
Atau aku yang jatuh
Dari gunung yang tinggi itu

ILLANOR
2014
CERITA

Rinduku pada dia
Yang telah pergi
Teramat-amat
tanpa perlu kuceritakan lagi
Siapa sudi mendengar
Cerita lara yang telah berlalu
Pergi
Ingin saja ku melupainya
Tapi tetap berkunjung datang
Walau ku halau pergi
Dari benak fikirku
Kerna dia tetap
Muncul jua
Dalam rinduku

Hanya pada sujud terakhirku
Ku mohon pada Ilahi
Tempatkan dirimu
Di alam saya
Dalam keimanan
dan Kerahmatan

Illanoor 2014























APA NAK DIKATA
Lalang yang tumbuh
di celahan padi memang 
patut dicantas
Ayam Serama mana mungkin
tarafnya Ayam Jaguh
Hitamnya si Gagak manakan sama
Putihnya Merpati
Sekuman ilmu
nak menyaingi
segulung izazah
mana mungkin
Rumput yang melata
cuma diinjak
sedang mata semua
mendongak ke langit
Namun allah memberikan jua
kudratku
Ilhamku
ya bukan semua orang
bolih berlagu

NORLELA JOHAR
27092014 JB

Puisi-puisiku

Aku minat puisi dari remaja lagi.Apalagi aku memang aliran Sastera semasa menengah 4 dan 5. Jadi aku selalu hantar coritan dan sajak di radio waktu itu . Tapi bila dah kerja dan dah kahwin aku jadi
sebok takde masa nak menulis.Sejak kematian almarhum suami aku mulai menulis kembali, Itu pun sajak-sajak sedihku . Aku kumpul dalam dairi .Hinggalah aku join fb dab gruf puisi aku aktif kembali
menulis puisi. Puisiku kebanyakkannya dari hati yang lara. Aku menulis dalam duka yang kutumpahkannya di atas kertas.















Monday, 16 February 2015

USS SINGAPURA

Kenangan pergi ke USS Singapura.

Dulu aku pernah kerja di Singapura , Kallang dan aku pernah tinggal di kuaters KTM di Tanglin Hall. Tetapi sejak berhenti kerja , aku sudah tak masuk bertahun -tahun sejak Nurin Jazlina berumur enam bulan , kini Nurin sudah 18 tahun , baru aku sebok nak masuk Singapura balik..Banyak perubahannya  dan aku jadi macam mamai sebab semua jalan dah tak sama . Tapi kami beranikan hati redah aje.

Pagi-pagi kami bersiap pergi , Naik bas 170 , angan-angan nak naik MRT ,tapi takut sesat pula , lalu
kami jalan lepas cek imigresen masuk loroong jalan ke Woolands jumpa teksi Melayu , apalagi kami
cakap nak gi UUS Sentosa . Pak cik teksitu bawa kami raond satu Singapore , tambang murah aje 20 dolar. Dari kami sesat nanti kan baik naik teksi terus sampai tempat di tujutu.

CANTIK DAN KAMI JANJI NAK DATANG LAGI.